Acara fesyen pekan lalu diakhiri dengan acara ramah tamah sekaligus promosi kuliner Indonesia, yang terdiri atas makanan tradisional, kopi dan teh khas Indonesia, di mana para tamu yang hadir dapat berbaur dan membuat jejaring dengan mitra-mitranya.
Dian Natalia Assamady memulai karir dengan membuka lokakarya pembuatan pakaian dan tas wanita buatan tangan, kemudian ia mengembangkan usahanya dengan membuka Dian’s Boutique House pada 2005.
Dengan karir sebagai desainer selama hampir 30 tahun, koleksinya tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga secara internasional di Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Amerika Serikat
Selain sebagai desainer Indonesia, ia juga merupakan anggota Kamar Dagang dan Industri Indonesia.
Pada acara fesyen tersebut, peraga busana yang tampil terdiri dari pemenang Putri Indonesia, yaitu Giok Kinski Maharani Detri Ayusta, Latisa Maura dan Yoan Clara, serta model Indonesia Boby Dwi dan Fajar Siddik.
Tak hanya songket dan batik Indonesia, masing-masing desain busana membawa visi unik ke dalam runway, dengan menghadirkan perpaduan keanggunan klasik dan gaya modern yang berhasil memikat para penonton yang antara lain korps diplomatik, pemerintah Italia, pelaku industri dan bisnis mode, pemerhati mode, desainer, akademisi, media dan mahasiswa di bidang mode.





