Ajat menuturkan, para pengusaha tambang telah menyatakan komitmennya untuk berkontribusi, termasuk dalam hal penyediaan lahan yang sebagian besar berada di area konsesi mereka.
Dukungan tersebut bahkan dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
Aspirasi bersama ini dinilai sebagai sinyal positif.
Bupati Bogor dijadwalkan akan menyampaikan langsung hasil pertemuan tersebut kepada Gubernur Jawa Barat pada pekan depan, dengan harapan tercipta keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Badan Pimpinan Nasional Asosiasi Tambang Batuan Indonesia (ATBI), Bisma Muhammad Normansyah, menyebut pertemuan tersebut sebagai langkah awal penyelesaian polemik penghentian sementara tambang di wilayah Parungpanjang, Cigudeg, dan Rumpin.
Ia menegaskan, persoalan utama selama ini adalah penggunaan jalan umum sebagai jalur distribusi tambang.
Karena itu, gagasan pembangunan jalan khusus dinilai menjadi kunci agar operasional tambang bisa kembali berjalan tanpa memicu konflik sosial.
Bisma juga menekankan komitmen para pengusaha untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan infrastruktur tersebut.
Ia berharap, dengan adanya kesepahaman antara Pemkab, pengusaha, dan masyarakat, Pemprov Jawa Barat segera membuka kembali operasional tambang di Bogor Barat.





