“Kebetulan anak saya mengalami kondisi CTEV, tetapi sekarang sudah sembuh dan hobinya main futsal. Jika dalam proses penyembuhan anak bapak ibu menangis karena harus menggunakan sepatu, jangan dicopot, kalau nanti digips terus menangis, itu adalah hal yang lumrah sebagai satu tahapan yang dilewati,” ucap Tutuk.
“Jangan sampai bapak ibu karena tidak sabar atau merasa kasihan maka kondisi kaki anak bapak ibu kembali pengkor, akhirnya harus mengulang dari awal,” sambungnya.
Sebagai informasi, kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati ClubFoot Day international sedianya rutin dirayakan pada 3 Juni, tetapi karena bertepatan dengan Hari Jadi Bogor (HJB) peringatan digeser pada 4 Juni 2024.




