Percikan api yang kecil membuat pembakaran kurang bertenaga, terutama saat start awal atau menanjak.
Jika mesin sehat tapi motor tetap terasa lesu, bisa jadi ada gangguan pada penyaluran tenaga.

Rantai kendor, v-belt getas, roller aus, atau kampas ganda yang selip kerap membuat akselerasi terasa “ngeden”.
Masalah lain yang kerap diabaikan adalah penumpukan kerak di ruang bakar.
Residu karbon yang menumpuk membuat kompresi berubah dan pembakaran tidak stabil, sehingga mesin terasa berat meski masih bisa menyala normal.
Terakhir, setelan klep dan kompresi yang tidak akurat juga berdampak besar.
Klep terlalu sempit atau longgar membuat aliran udara dan gas buang tidak ideal, sementara kompresi bocor membuat tenaga mesin loyo sejak awal.
Dengan memahami tujuh faktor tersebut, pemilik motor bisa lebih cepat mengenali gejala awal dan menentukan langkah servis yang tepat sebelum masalah berubah menjadi kerusakan mahal.





