Dengan kata lain, kebiasaan tidur menyamping atau tengkurap dapat membuat satu sisi mata bisa memiliki bentuk yang sedikit berbeda dari sisi lainnya.
Satu sisi bibir juga bisa terlihat lebih menurun dibandingkan sisi lainnya.
“Semakin kita menua, ketidaksimetrisan menjadi semakin jelas terlihat, lebih lanjut, elastisitas kulit pun menurun, sehingga kerutan yang terbentuk membutuhkan waktu lebih lama untuk merehidrasi diri dan kembali ke bentuk semula setelah tidur,” ujarnya.
Mengatur Posisi
Untuk menghindari beragam dampak ini, posisi tidur yang dianjurkan adalah tidur telentang.
Akan tetapi, hal ini tentu sulit dilakukan oleh orang-orang yang terbiasa tidur menyamping atau tengkurap.
Terlebih, orang-orang tak bisa mengendalikan posisi tidur mereka ketika sudah terlelap.
Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah menggunakan bantal leher yang biasa digunakan orang-orang saat berpergian.
Praktisi keperawatan, Seendy Ramoutar, mengungkapkan bahwa penggunaan bantal leher bisa mencegah perubahan posisi tidur jadi menyamping saat terlelap.
Sedangkan untuk orang-orang yang terbiasa tidur tengkurap, dia merekomendasikan perubahan yang bertahap.
Salah satunya, dimulai dengan menggunakan bantal yang lebih tipis untuk mengurangi tekanan pada leher.
Namun bagi orang-orang yang tidak bisa tidur telentang karena alasan medis, seperti memiliki masalah apnea tidur, tidak perlu memaksakan diri untuk tidur telentang.






