6. Terkadang nyeri ulu hati yang menjalar hingga ke dada ataupun tembus ke punggung, padahal tidak ada riwayat sakit lambung sebelumnya.
7. Sering merasa pusing dan tubuh sedikit oleng saat berjalan.

8. Memiliki riwayat mendadak drop saat olahraga dan tubuh menjadi sangat lemas.
9. Memiliki riwayat kehilangan kesadaran seperti pingsan.
BACA JUGA : Ternyata Buah Ajaib Ini Sangat Bermanfaat Untuk Kesehatan Jantung
10. Jantung sering terasa berdebar dan berdetak tidak stabil.
Untuk mencegah gangguan yang lebih berat pada jantung, lakukanlah penilaian dan pemantauan untuk mengidentifikasi penyakit jantung struktural dan aritmia tanpa gejala yang akan mengurangi risiko terjadinya henti jantung mendadak.
Kegiatan tersebut meliputi tes skrinning untuk penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya mencakup wawancara medis, pemeriksaan fisik terhadap tanda dan gejala kelainan pada jantung, riwayat keluarga dengan kematian jantung dini, aritmia serta penyakit jantung koroner.
Seorang atlet harus memberikan perhatian lebih pada tanda dan gejala yang mungkin muncul untuk tidak mengabaikannya.
Semakin cepat seorang atlet dapat memahami tanda dan gejala yang muncul pada dirinya maka pencegahan terhadap kolaps yang mungkin terjadi dapat berjalan dengan baik.






