Apalagi sebagian motor tua masih menggunakan sistem platina yang butuh penyetelan agar dapat berfungsi normal.
Namun, jika tidak ingin repot, Sahabat bisa mempertimbangkan untuk mengubahnya ke sistem CDI yang minim masalah.
Pemeriksaan ekstra untuk jarak jauh
Berbeda dengan motor modern, motor yang tua dan antik memerlukan pemeriksaan lebih ekstra bila ingin digunakan untuk jarak jauh. Namun sebenarnya motor yang sudah tua memang tidak dianjurkan untuk touring ya, Sahabat.
Jika Sahabat tetap ingin menggunakan motor tersebut untuk touring, maka perlu melakukan beberapa pemeriksaan, seperti pemeriksaan sistem pengapian, kelistrikan, karburator, oli, rem, rantai, roda, lampu, dan semua komponen lainnya.
Kuras Cairan
Tips lain yang tak kalah penting adalah menguras cairan dengan tepat. Tips ini berlaku untuk Sahabat yang berniat tidak menggunakan motor antiknya dalam waktu yang cukup lama.
Itulah kenapa, sebaiknya Sahabat perlu menguras semua cairan yang ada di motor tua tersebut, seperti bensin dan oli mesin,
Bensin yang dibiarkan terlalu lama di dalam tangki bisa jadi ‘basi’ lho. Begitu pula dengan oli yang terlalu lama didiamkan dan tak bersirkulasi, akibatnya bisa mengendap dan mengental, bahkan bisa merusak mesin.
Jika sudah dikuras, jangan lupa mengisinya kembali saat motor akan dihidupkan lagi, ya!





