Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa apa yang disampaikan oleh PKUB Kemenag merupakan kondisi yang disaksikan langsung terkait kerukunan dan toleransi yang ada di Kota Bogor, baik dalam berbagai acara maupun dalam keseharian masyarakat.

Untuk itu, kerukunan ini harus dijaga bersama agar jangan sampai ada bibit kebencian dan perpecahan yang tidak bisa dideteksi secara dini, kemudian suatu saat menimbulkan masalah.
“Sehingga langkah-langkah silaturahmi ini menjadi satu keharusan dan harus dilaksanakan terus secara periodik,” ungkapnya.
Kerukunan dan toleransi ini juga menjadi sebuah bukti bahwa DNA warga Kota Bogor memiliki akhlak karimah, serta masyarakat saling menjaga dengan mengedepankan nilai-nilai kebaikan.
Uskup Bogor, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, mengatakan bahwa kegiatan ini juga sebagai wujud dari manusia yang saling menghargai dan menghormati antarsesama.
Pastor Paroki BMV Katedral Bogor, RD Paulus Haruna, mengatakan bahwa buka puasa ini mengambil tema Mempertebal Persaudaraan dengan Mempererat dan Mengukuhkan bahwa Kota Bogor menjunjung tinggi toleransi.
“Kegiatan ini luar biasa indahnya. Dengan buka puasa bersama, ini merupakan wadah interaksi yang positif dan wadah interaksi bersama,” ucapnya.




