Lahan TPA pengelolaan Kabupaten Bogor seluas 4,5 hektare direncanakan ditutup tahun depan.
Sebagai gantinya, akan dibuka lahan baru di bagian belakang kawasan dengan konsep sanitary landfill.
Total luas lahan baru mencapai 6,5 hektare, meski area efektif yang bisa dimanfaatkan sekitar 3,5 hektare.
Untuk urusan operasional, Agus menegaskan PSEL hanya akan mengolah sampah baru.
Sampah yang baru tiba langsung ditimbang dan dikirim ke fasilitas PSEL, tanpa mampir ke area penimbunan.
Di sisi lain, tantangan masih ada. Armada pengangkut sampah diakui belum ideal.
Dengan timbulan hampir 3.000 ton per hari, 257 unit kendaraan yang dimiliki DLH Kabupaten Bogor jelas masih kurang, meski kondisinya disebut masih layak jalan.
“Jumlahnya memang belum mencukupi. Penambahan armada masih sangat dibutuhkan,” ujar Agus.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Galuga bukan lagi sekadar tempat buang sampah.
Dari tumpukan limbah, Kabupaten Bogor berharap lahir energi dan napas baru untuk persoalan klasik perkotaan.






