INFOLADISHA – Bali merupakan destinasi wisata dunia yang juga menawarkan berbagai macam pengalaman kuliner makanan dan minuman. Industri food and beverage (F&B) yang berkembang pesat ini menjadikan pasar minuman di Bali semakin ketat dalam berasing.
Menurut Director Brand Investment & Consumer Engagement Health Care PT Tempo Scan Pacific, Dedy Angkakusuman, tren konsumsi minuman di Bali khusus kalangan generasi muda saat ini berubah.
Generasi muda saat ini lebih memilih minuman di Bali yang lebih sehat, sadar, dan tetap ingin ekspresif.
Oleh karenanya, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri baik untuk dunia industri maupun bartender.
“Jadi kami ingin mendorong semangat eksplorasi rasa di kalangan mixologist dan konsumen. Kami melihat tren konsumsi minuman berubah,” terangnya.
Dedy Angkakusuman mengungkapkan, satu cara industri untuk memenuhi tren pasar tersebut adalah menghadirkan produk baru minuman di Bali berkarbonasi.
Hal tersebut juga tidak terlepas dari market produk minumannya yang terbuka lebar dan mendominasi di Bali, baik tempat penjulan kecil, hotel, restoran, kafe, dan sebagainya.
“Saya rasa untuk produk soda water, kami menduduki nomor satu (di Bali). Polaris sebagai mixer lokal berkualitas global,” terangnya.
Selain itu, juga mengambil peran dalam kegiatan yang mempertemukan kreativitas industri F&B dengan inovasi rasa dari produk Polaris, misalnya Ginger Ale.





