– Menggunakan minyak zaitun sebagai bahan utama memasak
– Mengonsumsi lebih banyak ikan dan unggas dan membatasi daging merah atau olahan, serta keju
– Mengurangi asupan gula dan biji-bijian olahan melalui gorengan, makanan ringan, dan minuman berkarbonasi
– Membatasi konsumsi alkohol
Aturan Diet
Karena nasi adalah makanan pokok dalam kuliner Korea, Jung menyarankan untuk mencampurkan lentil, gandum, beras merah, dan beras putih dalam rasio 4:2:2:2, sebagai pengganti nasi putih biasa untuk membantu meningkatkan kadar gula darah secara perlahan sambil meningkatkan asupan protein yang sesuai dari kacang-kacangan.
Selain itu, untuk menghasilkan hormon yang sehat, ia merekomendasikan membatasi makanan gorengan hingga kurang dari satu kali per minggu dan camilan hingga 30 gram atau kurang hingga empat kali per minggu, karena makanan tersebut mengandung lemak trans yang menyebabkan peradangan dan meningkatkan resistensi insulin yang tinggi.
Kondisi ini membuat tubuh meningkatkan gula darah lebih cepat dengan jumlah makanan yang sama.
Terlepas dari saran diet, profesor tersebut menekankan bahwa diet slow aging adalah cara hidup, bukan solusi instan, serta menambahkan bahwa faktor terpenting adalah menemukan keseimbangan dalam hidup.
“Menua itu tidak mudah. Kebiasaan gaya hidup seperti olahraga dan nutrisi hanyalah hasil dari prinsip-prinsip cara kita menjalani hidup. Jika kita melihat secara mendasar, ada faktor-faktor seperti stres dan tidur, dan keseimbangan hidup ini pada akhirnya tercipta dari perspektif kita terhadap kehidupan,” ungkapnya kepada The Korea Times,” kata Jung Hee-won kepada The Korea Times.






