Sayangnya, mayoritas sektor yang menyerap tenaga kerja besar, seperti pertanian (Rp 2,24 juta), perdagangan (Rp 2,54 juta), hingga akomodasi dan makanan minuman (Rp 2,24 juta) yang membayar di bawah angka tersebut.

Sektor dengan gaji di atas rata-rata nasional justru datang dari industri yang serapan tenaganya lebih kecil, seperti keuangan dan asuransi (Rp 5,15 juta), pertambangan (Rp 4,94 juta), dan pengadaan listrik dan gas (Rp 4,85 juta).
Fenomena ini menjadi sinyal bahwa pertumbuhan ekonomi yang stabil tidak otomatis berarti peningkatan kesejahteraan merata, terutama bagi pekerja yang mengandalkan upah.





