Terkait akses permodalan, Dedie menjelaskan bahwa sebagian besar para pelaku UMKM juga relatif masih perlu diberikan semacam pengetahuan.
Karenana Ia akan terus mendorong kerja sama yang sudah dilakukan menjadi sebuah sinergitas dan kolaborasi yang nantinya betul-betul membangkitkan ekonomi masyarakat melalui program program unggulan.

Dedie juga sudah mengantongi program untuk lima tahun ke depan guna memperkuat dan memperluas lagi jangkauan pemasaran produk-produk UMKM Kota Bogor.
“Ke depan program saya memang membuka semacam pusat UMKM Kota Bogor. Di Bali itu ada Pak Krisna dan lain-lain, di Kota Bogor juga harus ada,” ungkapnya.
Bahkan diam-diam Dedie sudah mengincar satu lokasi yang nantinya dapat digunakan untuk pusat UMKM yang bisa menampung semua produk mulai dari fesyen, kerajinan, kuliner hingga makanan ringan.
“Tetapi tentu dengan kurasi dan juga ada ketentuan-ketentuan berlaku. Misalnya ingredients berbahaya kan itu nggak boleh, jadi food security juga kita pikirkan,” pungkasnya.






