Info Bisnis

Untung Rugi Penghapusan Beras Premium dan Medium: Konsumen Lebih Bebas, Tapi Ada Risikonya

82
×

Untung Rugi Penghapusan Beras Premium dan Medium: Konsumen Lebih Bebas, Tapi Ada Risikonya

Sebarkan artikel ini

INFOLADISHA – Pemerintah berencana menghapus klasifikasi beras premium dan medium.

Nantinya, hanya akan ada dua jenis beras di pasaran yakni beras umum dan beras khusus.

Beras khusus ini contohnya Japonica, Basmati, dan Ketan, jenis yang memang berbeda karakteristiknya dan butuh izin khusus.

Langkah ini diambil untuk menutup celah kecurangan, seperti kasus beras oplosan yang merugikan masyarakat.

Selama ini, banyak beras kualitas biasa yang dijual dengan label premium. Dengan penyederhanaan klasifikasi, diharapkan konsumen tak lagi tertipu.

Namun, kebijakan ini menuai pro dan kontra. Mari kita lihat untung ruginya.

Apa untungnya?

Yang pertama, aturan ini akan membuat pasar lebih sederhana.

Konsumen tak perlu bingung memilih antara medium dan premium, cukup pilih beras umum atau beras khusus.

Ini juga akan mempermudah ritel modern. Selama ini, mereka hanya menjual beras premium dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp14.900 per kilogram.

Dengan aturan baru, toko bisa menawarkan lebih banyak pilihan, baik dari sisi harga maupun kualitas.

Selain itu, penghapusan label premium dan medium bisa menekan praktik curang. Tidak ada lagi beras biasa yang dikemas cantik lalu dijual mahal dengan embel-embel premium.

Bagi pemerintah, aturan ini juga lebih efisien. Mereka bisa fokus mengawasi beras umum yang paling banyak dikonsumsi, tanpa terbebani regulasi untuk terlalu banyak segmen harga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *