Info Bisnis

Value Investing: Cara Beli Saham Diskon dan Raup Cuan Jangka Panjang

105
×

Value Investing: Cara Beli Saham Diskon dan Raup Cuan Jangka Panjang

Sebarkan artikel ini

Contoh Nyata: Warren Buffett dan Coca-Cola

Nama Warren Buffett identik dengan value investing.

Salah satu langkah jeniusnya terjadi saat ia membeli saham Coca-Cola di akhir 1980-an, tepat setelah krisis pasar saham 1987.

Saat itu, Coca-Cola adalah perusahaan besar yang produknya dikenal seluruh dunia. Tapi harga sahamnya tertekan karena situasi ekonomi.

Buffett melihat peluang: perusahaan ini punya brand kuat, kinerja stabil, dan prospek jangka panjang yang solid.

Hasilnya? Saham Coca-Cola menjadi salah satu investasi tersukses di portofolio Berkshire Hathaway.

Selain terus memberikan dividen besar tiap tahun, harga sahamnya naik berkali-kali lipat dalam jangka panjang.

Tapi, Apakah Value Investing Selalu Bekerja?

Jawabannya, tidak selalu cepat, tapi sering kali efektif dalam jangka panjang.

Sejak krisis 2008, saham-saham growth, terutama di sektor teknologi, sering mengungguli saham-saham value.

Menurut laporan Bank of America, antara 2010–2020, indeks growth di AS naik lebih dari 200%, sementara indeks value “hanya” 120%.

Faktor seperti suku bunga rendah, likuiditas tinggi, dan booming digital mendorong investor memburu pertumbuhan cepat ketimbang nilai fundamental.

Tapi ini bukan berarti value investing sudah mati, hanya saja butuh kesabaran ekstra.

Ingin Coba Value Investing? Ini Langkah Awalnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *