Selain itu, Dedie menyoroti upaya pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Ia menyebutkan Pemkot Bogor telah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Lingkungan Hidup, termasuk peninjauan lokasi PSEL di TPA Galuga serta penyediaan lahan di wilayah Tanah Sareal.
Di sektor pariwisata, Dedie menyinggung potensi Kebun Raya Bogor (KRB) yang setiap tahun dikunjungi lebih dari satu juta wisatawan, namun kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih terbatas.
Untuk mengoptimalkan PAD, Pemkot Bogor merancang pengembangan eks Pasar dan Plaza Bogor menjadi kawasan park and ride, yang dilengkapi kantong parkir dan fasilitas hotel.
“Langkah ini kami ambil untuk meningkatkan PAD Kota Bogor,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil. Ia menyatakan bahwa forum refleksi akhir tahun ini menjadi kesempatan bagi DPRD untuk menyampaikan berbagai capaian kinerja lembaga legislatif.
Adityawarman mengingat kembali kondisi saat awal menjabat periode ketiganya sebagai anggota DPRD, ketika subsidi program Biskita dari pemerintah pusat sempat terhenti.
“Setelah Pak Dedie dan Kang Jenal dilantik, program Biskita kembali membaik. Dari dua koridor, kini berjalan empat koridor, dan tahun depan direncanakan menjadi enam koridor,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa DPRD Kota Bogor menjalankan tiga fungsi utama, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan.




