“Kalau ditutup, kami bingung mau kerja apa. Kami tak punya ijazah, hanya bisa kerja serabutan,” ungkap mereka.
Lebih menyayat hati, Yuyun (59), pekerja yang bertugas merawat tanaman di kawasan wisata itu, berharap tempat tersebut tak berhenti beroperasi.

“Sejak tiga tahun lalu saya bekerja di sini, merawat bibit dan tanaman. Ada peningkatan kesejahteraan untuk keluarga. Tolong, jangan tutup. Berat hidup kami kalau kehilangan pekerjaan ini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Bagi warga Lemah Neundeut, Eiger Adventure Land bukan sekadar tempat wisata.
Lebih dari itu, ia menjadi denyut nadi ekonomi sekaligus harapan hidup.




