INFOLADISHA – Lebaran 2025 telah usai, namun sisa-sisa euforianya masih terasa.
Salah satu tren menarik yang mencuat selama musim mudik dan silaturahmi tahun ini adalah maraknya praktik penyewaan smartphone, khususnya iPhone.
Tak sekadar alat komunikasi, smartphone kini telah menjelma menjadi simbol gaya hidup dan identitas digital.
Di kota-kota besar seperti Bandung, Surabaya, Semarang, hingga Banyuwangi, lonjakan permintaan terhadap penyewaan smartphone tercatat signifikan.
Banyak masyarakat memilih opsi ini untuk tampil prima saat bertemu sanak saudara, mengambil foto berkualitas tinggi, atau sekadar kebutuhan digital sesaat selama perjalanan mudik.
Namun di balik tren ini, muncul kekhawatiran baru: ancaman terhadap keamanan data pribadi. Pasalnya, perangkat sewaan bisa menyimpan jejak digital yang rawan disalahgunakan.
“Penyewaan smartphone memang praktis, tetapi kita harus ingat bahwa perangkat tersebut bisa menyimpan data sensitif,” ujar Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA, penyedia solusi identitas digital bersertifikasi.
Niki menegaskan, banyak orang tanpa sadar mengakses akun penting seperti perbankan digital, dompet digital, e-commerce, atau media sosial menggunakan smartphone sewaan.
Bahkan, ada yang mengunggah data pribadi seperti foto selfie, KTP, hingga menyimpan password di perangkat yang bukan milik pribadi.






