RS Azra menjadi rumah sakit dengan laporan kasus terbanyak pada warga Kota Bogor, yakni 45 kasus.
Berikutnya, RS Siloam melaporkan 41 kasus dan RS PMI sebanyak 30 kasus.
Baca Juga: Pemkot Bogor Targetkan 12 Kilometer Kabel Udara Masuk Tanah, Suryakencana Menyusul
Di luar data pemeriksaan Influenza A, Dinkes juga memantau perkembangan penyakit dengan gejala mirip influenza atau Influenza-Like Illness (ILI).
Data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) menunjukkan kasus ILI meningkat dalam tiga minggu pengamatan.
Pada minggu epidemiologi ke-38 tercatat 148 kasus, kemudian bertambah menjadi 190 kasus pada minggu ke-39 dan 193 kasus pada minggu ke-40.
Meski menunjukkan tren kenaikan, angka tersebut tidak serta-merta menandakan peningkatan kasus Influenza A(H3N2), apalagi subclade K.
Erna menjelaskan, ILI merupakan kumpulan gejala yang dapat dipicu oleh berbagai virus dan patogen penyebab infeksi saluran pernapasan.
Karena itu, data ILI tidak dapat digunakan sendirian untuk memastikan jenis virus yang sedang beredar.
Untuk mengantisipasi perkembangan kasus, Dinkes Kota Bogor terus memantau laporan dari rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Pengawasan juga mencakup tren ILI, pneumonia, serta penyakit infeksi saluran pernapasan lainnya melalui SKDR.
Dinkes turut meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya klaster infeksi saluran pernapasan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Kesehatan terkait perkembangan kasus dan hasil pemeriksaan lanjutan.






