3. Micro-Influencer Agency – Lebih Kecil, Lebih Niche, Lebih Ngena
Influencer marketing masih jadi senjata ampuh. Tapi sekarang, brand nggak cuma ngincer yang follower-nya jutaan.
Justru micro influencer yang follower-nya 1.000 sampai 50.000—lebih dipercaya dan punya koneksi kuat dengan audiensnya.
Di sinilah kamu bisa masuk dengan mendirikan agensi yang menghubungkan brand dengan influencer niche: parenting, gaming tertentu, sampai zero waste lifestyle. Lebih hemat, lebih ngena, dan pastinya lebih relevan.
4. Marketplace Produk Daur Ulang – Ramah Lingkungan, Ramai Pembeli
Tren ramah lingkungan bukan cuma kampanye, tapi udah jadi gaya hidup.
Nah, kalau kamu bisa bikin marketplace khusus untuk produk upcycled seperti tas dari spanduk bekas, dekorasi dari kayu bekas, atau fashion unik dari bahan daur ulang, ini bisa jadi magnet baru.
Pasarnya? Konsumen sadar lingkungan yang gak cuma mau beli, tapi juga ingin cerita di balik produknya. Potensinya gede banget, apalagi kalau dikemas dengan storytelling yang kuat.
5. Paket Wisata Hyperlocal – Jelajah Daerah, Bawa Cerita Unik
Wisata sekarang bukan soal destinasi, tapi pengalaman. Banyak orang cari tempat yang gak mainstream dan pengen ngerasain ‘rasa lokal’ secara langsung.
Jadi, kenapa gak bikin paket wisata hyperlocal?
Contohnya seperti tur kuliner di kampung, kelas kerajinan sama pengrajin lokal, sampai hiking ke spot tersembunyi yang gak ada di Google Maps. Intinya, makin autentik, makin dicari!






