INFOLADISHA – Sekilas, bentuknya kecil dan sering luput dari perhatian.
Tapi jangan salah, komponen bernama sekring ini punya peran besar dalam menjaga sistem kelistrikan sepeda motor tetap aman dan stabil.
Tanpa sekring, risiko korsleting hingga kebakaran bisa saja menghantui setiap pengendara di jalan.
Maka dari itu, penting banget buat para pemilik motor untuk paham seluk-beluk soal sekring ini.
Sekring itu ibarat bodyguard-nya sistem kelistrikan. Tugas utamanya adalah memutus aliran listrik saat terjadi lonjakan arus yang berlebihan.
Jadi, kalau tiba-tiba ada korsleting atau beban arus berlebih, sekring akan “mengorbankan diri” alias putus, demi mencegah kerusakan yang lebih parah di komponen lain seperti kabel, saklar, hingga ECU.
Selain itu, sekring juga ikut menjaga keselamatan pengendara.
Arus listrik yang tidak stabil bisa menyebabkan motor mendadak mati atau error di jalan, yang tentu saja membahayakan.
Belum lagi potensi kebakaran akibat panas berlebih dari sistem kelistrikan yang ngadat, nah, di sinilah sekring berperan sebagai penyelamat utama.
Di pasaran, sekring motor umumnya terbagi jadi dua yaitu tube fuse alias sekring tabung, dan blade fuse atau sekring tancap.
Sekring tabung banyak ditemukan di motor-motor lawas.
Bentuknya seperti silinder kecil berbahan kaca, dengan kawat tipis di dalam yang mudah putus saat arus berlebih.
Sementara itu, sekring tancap lebih populer di motor-motor keluaran terbaru. Bentuknya lebih ringkas dan gampang dipasang.
Setiap warna sekring mewakili kapasitas arus tertentu, misalnya oranye untuk 5 Ampere, merah 10A, biru 15A, dan hijau 30A.







