INFOLADISHA – Wali Kota Bogor, Dedie Rachim bersama enam kepala daerah telah menyelesaikan program lokakarya tentang dukungan untuk membangun ekonomi sirkuler khusus plastik di Indonesia (EIC 02) yang dilaksanakan di Negeri Sakura.
Kehadiran enam kepala daerah tersebut atas undangan The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) dan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang.
Seluruh biaya akomodasi ditanggung oleh pihak penyelenggara tanpa menggunakan APBD.
Di sana, Dedie Rachim mengikuti workshop sekaligus mengunjungi lokasi pengolahan sampah.
“Ada beberapa hal yang menjadi pembelajaran bagi Kota Bogor. Bahwa dengan akan dilaksanakannya program Waste to Energy melalui pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), masih tetap diperlukan langkah-langkah pemilahan sampah di hulu,” ujarnya.
Sehingga meskipun nantinya PSEL yang saat ini sedang berproses dapat terwujud, maka di bagian hulu tetap harus disiapkan sistem pemilahan sampah yang juga akan memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.
“Di Indonesia sebenarnya sudah ada pengepul, atau offtaker yang membeli barang-barang tersebut, seperti plastik PET atau PP. Yang membedakan, di Jepang sistemnya dibuat secara kelembagaan. Jadi tidak ada pengepul, tetapi dibentuk lembaga di bawah asosiasi. Kalau di kita seperti bank sampah atau TPS3R,” ujarnya.





