INFOLADISHA – RSUD Kota Bogor menghadapi tantangan yang mungkin tak banyak diketahui masyarakat.
Di balik statusnya sebagai rumah sakit milik Pemerintah Kota Bogor, mayoritas pasien yang datang justru berasal dari luar daerah.
Data yang diungkap Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menunjukkan hampir 60 persen pasien yang menjalani pelayanan di RSUD Kota Bogor merupakan warga di luar Kota Bogor.
Kondisi tersebut membuat rumah sakit rujukan itu dituntut memiliki tata kelola yang semakin profesional agar kualitas layanan tetap terjaga.
Menurut Dedie, tingginya jumlah pasien dari berbagai daerah menjadi alasan mengapa pembenahan manajemen tidak bisa ditunda.
Baca Juga: Google Assistant Pamit, Jutaan Pengguna Android Bakal Dialihkan ke Gemini
Rumah sakit tipe A tersebut harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, sekaligus menjaga operasional tetap sehat di tengah beban pelayanan yang terus meningkat.
“Alhamdulillah perbaikan dari sisi manajemen juga sudah terlihat,” kata Dedie, Jumat (7/8/2026).
Ia menilai perubahan mulai terasa sejak direksi baru dipimpin Sri Nowo Retno sekitar tujuh bulan terakhir.
Meski begitu, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar pengelolaan rumah sakit semakin solid.
Dedie meminta seluruh unsur rumah sakit, mulai dari jajaran direksi, tenaga kesehatan hingga pegawai, ikut mengawal proses transformasi tersebut.





