INFOLADISHA – Lampu sein tak menyala, klakson diam, tombol starter ditekan tapi tak ada respons.
Banyak pengendara baru sadar pentingnya saklar saat semuanya mendadak tidak berfungsi.
Komponen kecil di setang ini memang sering luput perhatian, padahal perannya vital dalam mengatur hampir seluruh fitur kelistrikan sepeda motor.
Intensitas pemakaian yang tinggi ditambah posisinya yang terbuka membuat saklar menjadi bagian yang rentan bermasalah.
Kerusakan biasanya tidak datang tiba tiba. Gejalanya muncul perlahan dan kerap dianggap sepele.
Begitu dibiarkan, satu tombol kecil bisa bikin aktivitas harian terhenti di parkiran.
Berdasarkan penjelasan dari Wahana Honda, ada sejumlah penyebab umum yang membuat saklar motor tak lagi bekerja optimal.
Pertama, kotoran dan debu. Jalanan berdebu, pasir halus, hingga sisa air hujan dapat masuk ke sela saklar dan menempel di kontak listrik bagian dalam.
Awalnya hanya terasa lebih keras atau kurang responsif saat ditekan.
Jika tak dibersihkan, hambatan pada aliran listrik makin besar hingga akhirnya saklar benar benar mati.
Kedua, komponen internal yang aus. Pegas kecil, plat kontak, dan bagian plastik di dalam saklar bekerja setiap hari tanpa henti.
Pemakaian dalam jangka panjang membuat kualitasnya menurun.
Saat tekanan pegas melemah atau kontak tak lagi presisi, arus listrik menjadi tidak stabil dan fungsi saklar ikut terganggu.





