INFOLADISHA – Air hujan yang menempel di mobil sebaiknya tidak dibiarkan mengering terlalu lama.
Setelah kehujanan, pemilik kendaraan disarankan segera mencuci mobil untuk menghilangkan sisa air, kotoran, dan polutan yang menempel di bodi maupun bagian lain kendaraan.
Langkah sederhana ini penting karena air hujan bukan sekadar air biasa.
Di wilayah perkotaan, air hujan kerap membawa zat asam dari polusi udara, debu, lumpur, hingga partikel lain yang dapat merusak lapisan cat mobil jika dibiarkan mengering di permukaan.
Mencuci mobil setelah kehujanan bisa dilakukan menggunakan sabun khusus mobil dan spons halus agar noda terangkat tanpa merusak cat.
Baca Juga: 3 Alasan Knalpot Brong Dilarang, Bukan Cuma Bising tapi Bisa Rugikan Pemilik Motor
Jika dibiarkan terlalu lama, bekas air hujan dapat meninggalkan bercak membandel yang sulit dibersihkan.
Air Hujan Bisa Merusak Bodi Mobil
Air hujan yang bercampur polusi dapat memicu proses oksidasi pada bagian logam kendaraan.
Risiko terbesar muncul di area kolong mobil, sasis, sambungan baut, mur, dan knalpot yang sering terkena air serta kotoran jalanan.
Jika terus dibiarkan, karat bisa menyebar dan mengurangi kekuatan komponen logam.
Cat Mobil Kusam dan Timbul Jamur
Bekas air hujan yang mengering dapat menimbulkan water spot atau bercak putih pada bodi mobil.





