INFOLADISHA — Kenaikan harga BBM non subsidi seperti Pertamax dinilai tidak terlalu mengejutkan bagi Pemerintah Kabupaten Bogor.
Pasalnya, sejumlah kebijakan efisiensi penggunaan kendaraan telah lebih dulu diterapkan di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi penyesuaian harga bahan bakar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan kebijakan penghematan tersebut sudah berjalan sebelum kenaikan harga Pertamax berlaku.
Langkah itu diarahkan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar sekaligus membangun pola kerja yang lebih efisien di kalangan pegawai pemerintah daerah.
Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) setiap hari Jumat.
Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto Jadi Responden Pertama, Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai di Kabupaten Bogor
Menurut Ajat, kebijakan tersebut secara langsung berpengaruh terhadap berkurangnya mobilitas pegawai dan penggunaan kendaraan.
“Sejak sebelumnya, Bupati sudah mengeluarkan beberapa kebijakan. Salah satunya penerapan WFH pada hari Jumat, yang tentu berdampak pada berkurangnya mobilitas dan penggunaan kendaraan,” ujar Ajat, Rabu, 17 Juni 2026.
Selain WFH, Pemkab Bogor juga mendorong ASN untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor setiap hari Rabu.





