INFOLADISHA – Pemerintah Kota Bogor memperluas program padat karya sebagai salah satu upaya membantu masyarakat yang belum memperoleh pekerjaan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Pada 2026, program tersebut melibatkan 1.727 peserta yang berasal dari enam kecamatan di Kota Bogor.
Jumlah itu menjadi kuota terbesar dibandingkan pelaksanaan program padat karya pada tahun-tahun sebelumnya.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, program padat karya tidak hanya memberikan penghasilan sementara bagi peserta, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi lingkungan.
Hal itu disampaikan Jenal setelah membuka kegiatan padat karya di Lapangan Heulang, Kecamatan Tanah Sareal, Kamis (13/8/2026).
Baca Juga: Tarikan Motor Matik Terasa Berat? Jangan Langsung Salahkan CVT, Ini 5 Penyebabnya
Menurut Jenal, program tersebut telah dijalankan Pemkot Bogor selama bertahun-tahun dan terus dipertahankan sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat.
“Tentu ini menjadi kolaborasi yang nyata antara Pemkot Bogor dan DPRD,” kata Jenal.
Ia membuka peluang penambahan kuota pada tahun depan apabila kondisi anggaran memungkinkan.
Menurutnya, meski masa kerja peserta hanya 10 hari, program tersebut tetap dapat memberikan stimulus ekonomi bagi warga yang membutuhkan.
Selain aspek ekonomi, Jenal menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan Kota Bogor. Menurut dia, upaya pemerintah tidak akan cukup tanpa dukungan warga.





