INFOLADISHA — Kabupaten Bogor berpeluang memiliki destinasi baru bagi pencinta durian.
Sebuah kebun seluas 3,5 hektare di Desa Cogrek, Kecamatan Parung, tengah dikembangkan menjadi kawasan eduwisata yang menggabungkan wisata buah dengan pembelajaran budidaya durian.
Tak sekadar menawarkan pengalaman mengenal beragam varietas durian, kebun ini juga dirancang sebagai tempat belajar bagi pekebun yang ingin memulai usaha maupun mengembangkan budidaya durian di daerah masing-masing.
Konsultan durian, Syahril M Said, mengatakan kawasan tersebut merupakan proyek percontohan yang diharapkan bisa menjadi rujukan bagi pengembangan kebun durian sekaligus sarana berbagi pengetahuan antarpelaku perkebunan.
“Selain eduwisata, kebun ini juga kita fokuskan untuk tempat pembelajaran bagi pekebun-pekebun durian di seluruh Indonesia,” kata Syahril, Sabtu (10/10/2026).
Baca Juga: Becak Listrik di Bogor Tak Boleh Masuk Pusat Kota, Lalu ke Mana Rutenya?
Di atas lahan tersebut, pengelola menyiapkan sekitar 200 pohon durian dengan jarak tanam kurang lebih 12 meter.
Pengaturan ini disesuaikan dengan kebutuhan ruang tumbuh tanaman serta rencana pembangunan fasilitas pendukung, mulai dari akses jalan, tempat beristirahat, hingga gudang.
Hadirkan durian dari tiga negara
Salah satu hal yang menarik dari kebun ini adalah rencana penanaman sejumlah varietas durian dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand.





