INFOLADISHA – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor bisa menghadapi kendala saat membutuhkan pasokan air di tengah kebakaran.
Sejumlah hidran yang seharusnya menjadi sumber air justru rusak, bahkan kehilangan komponen penting akibat pencurian.
Masalahnya bukan sekadar hidran yang rusak. Komponen penghubung antara hidran dan selang pemadam juga banyak yang hilang.
Akibatnya, petugas tidak bisa langsung menggunakan fasilitas tersebut ketika membutuhkan air.
Sekretaris Damkar Kota Bogor, Teofilo Patrocinio, mengatakan bagian yang kerap dicuri adalah kopling. Komponen berbahan kuningan itu diduga diambil karena memiliki nilai jual.
“Itu bisa dijual, karena terbuat dari kuningan. Jadi kalau tidak ada, selang kita tidak bisa nyambung ke hidrannya,” kata Teofilo, Kamis (5/11/2026) pagi.
Damkar Kota Bogor mencatat sedikitnya 10 hidran di empat titik mengalami masalah.
Lokasinya tersebar di kawasan Suryakencana, Jalan KS Tubun, Batutulis, hingga Pasar Anyar.
Lokasi-lokasi tersebut menjadi titik yang perlu mendapat perhatian.
Sebab, ketika kebakaran terjadi dan petugas membutuhkan sumber air tambahan, hidran bisa menjadi salah satu fasilitas yang diandalkan.
Namun, hilangnya kopling membuat hidran tidak bisa difungsikan secara normal.






