INFOLADISHA – Sepeda motor telah menjadi kendaraan andalan banyak orang karena kepraktisan dan efisiensinya.
Harganya terjangkau, mudah dikendarai, dan mampu menembus kemacetan dengan lincah. Tapi, jalan yang dilalui tak selalu mulus dan beraspal.
Di banyak tempat, terutama di gang atau jalan alternatif, pengendara kerap dihadapkan pada permukaan jalan dari beton.
Meski terlihat kokoh dan tahan lama, jalan beton punya karakteristik berbeda yang bisa memengaruhi kenyamanan hingga keselamatan berkendara.
Permukaan jalan beton memang dirancang untuk tahan lama. Tak heran jika banyak digunakan pada jalur-jalur dengan lalu lintas berat.
Namun, dari sudut pandang pengendara motor, ada sejumlah kekurangan yang patut diwaspadai.
Pertama, tingkat kebisingan saat ban melintasi beton jauh lebih tinggi dibanding aspal. Suara gesekan menjadi lebih kasar dan menusuk, terutama saat kecepatan meningkat.
Kedua, daya cengkeram ban atau traksi cenderung lebih rendah.
Hal ini makin berisiko saat jalan dalam kondisi basah atau menurun. Ketiga, ban motor lebih cepat aus jika terlalu sering digunakan di jalan beton.
Marka jalan pun sering kali tidak terlihat jelas di atas permukaan beton yang berwarna terang. Kurangnya kontras ini bisa berbahaya, terutama pada malam hari atau saat cuaca buruk.
Agar tetap aman dan nyaman saat melintasi jalan beton, ada beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan:




