INFOLADISHA – Saat tarikan gas motor mulai terasa aneh, berat, tersendat, atau telat merespons, banyak pengendara memilih mengabaikannya.
Kebiasaan klasik manusia modern. Padahal gejala ini kerap menjadi tanda ada gangguan di sistem mesin yang jika dibiarkan bisa merembet ke komponen lain.
Masalah gas motor delay cukup umum terjadi, baik pada motor injeksi maupun karburator.
Kabar baiknya, penyebabnya sering kali bisa dikenali sejak awal sehingga pemilik kendaraan tidak perlu langsung panik atau buru-buru ke bengkel.
Dirangkum dari Suzuki Indonesia, berikut tujuh penyebab gas motor tidak responsif yang paling sering terjadi.
Baca Juga: Bukan Cuma Wortel, 5 Buah Ini Juga Punya Nutrisi Penting untuk Kesehatan Mata
1. Filter udara kotor atau tersumbat
Filter udara bertugas menyaring debu sebelum masuk ke ruang bakar. Jika terlalu kotor, aliran udara menjadi terhambat.
Akibatnya campuran udara dan bahan bakar tidak ideal. Mesin terasa berat, tenaga menurun, dan konsumsi bensin bisa lebih boros.
2. Throttle body atau injektor kotor
Pada motor injeksi, throttle body mengatur udara yang masuk ke mesin, sedangkan injektor menyemprotkan bahan bakar.
Jika keduanya kotor, suplai udara dan bensin tidak berjalan optimal. Tarikan gas terasa lambat, terutama saat dibutuhkan akselerasi cepat.
3. Karburator bermasalah





