INFOLADISHA – Meski kecil, sekring motor punya peran besar dalam menjaga keselamatan sistem kelistrikan. Tapi kenapa sering putus, dan bagaimana cara merawatnya?
Bagi pemilik sepeda motor, sekring mungkin bukan komponen yang sering dilirik. Namun saat tiba-tiba motor mati total atau lampu tidak menyala, barulah komponen mungil ini jadi sorotan.
Sekring punya tugas penting: menjadi ‘penjaga gerbang’ aliran listrik dalam motor. Ketika terjadi lonjakan arus, sekring akan putus untuk mencegah korsleting, kerusakan komponen, bahkan kebakaran.
Sayangnya, banyak pengguna motor mengeluhkan sekring yang mudah putus. Apa penyebabnya?
Fungsi Utama Sekring
Sekring tidak sekadar pelengkap. Ia punya empat fungsi vital:
1. Pelindung dari lonjakan arus: Sekring memutus arus saat terjadi gangguan seperti korsleting.
2. Menjaga keselamatan pengendara: Sistem listrik yang tidak stabil bisa berbahaya, terutama saat motor digunakan di jalan.
3. Melindungi perangkat kelistrikan: Mulai dari kabel, saklar, hingga ECU.
4. Mencegah kebakaran: Arus berlebih bisa memicu panas ekstrem, dan sekring mencegah itu terjadi.
Mengenal Jenis Sekring
Ada dua jenis sekring yang umum dipakai pada sepeda motor:
• Sekring Tabung (Tube Fuse): Umumnya dipakai di motor-motor keluaran lama. Terbuat dari kaca dengan kawat logam di dalamnya.





