INFOLADISHA – Polemik sidak pabrik Aqua di Subang oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ternyata berbuntut panjang.
Dalam pertemuan lanjutan bersama manajemen Aqua, PDAM Subang, dan Bupati Subang Reynaldi Putra Andita pada Rabu (29/10/2025), Dedi menemukan fakta yang bikin dahi berkerut, PDAM Subang menerima setoran Rp600 juta per bulan dari Aqua, meski perusahaan itu mengambil air dari tanah miliknya sendiri.
“Ini kan lucu, ngambil air di tanah sendiri, tapi tetap bayar ke PDAM. Ini lembaga loh, bukan orang pribadi,” kata Dedi dalam video yang diunggah di akun Instagram @dedimulyadi71, Kamis (30/10/2025).
Usut punya usut, pembayaran itu ternyata berakar dari perjanjian lama yang diteken sejak 1994.
Saat itu PDAM memang memiliki Izin Pemanfaatan Air (SIPA) di lokasi mata air pertama sebelum Aqua beralih menggunakan sumur bor sedalam 130 meter.
Kini, meskipun air PDAM tak lagi mengalir ke pabrik, transfer uang ratusan juta tetap rutin terjadi setiap bulan.
Pihak PDAM beralasan, pembayaran tersebut bukan pembelian air, melainkan bentuk kompensasi karena pengambilan air oleh Aqua dianggap bisa memengaruhi cadangan air PDAM.
Tapi alasan itu tak membuat Dedi tenang.
“Warga di sekitar pabrik masih mandi pakai air sawah, tapi PDAM bisa duduk santai terima Rp600 juta tiap bulan,” ujarnya geram.
Dari uang itu, PDAM mengaku hanya menyalurkan 5% atau sekitar Rp20 juta untuk dua desa di sekitar pabrik, angka yang menurut Dedi tak sebanding dengan keuntungan besar yang dinikmati BUMD tersebut.





