INFOLADISHA – Upaya mengatasi Kemacetan di Kota Bogor, Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan Kajian Dan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Kawasan Rawan Kemacetan dan Kecelakaan.
Dari kajian yang memakan APBD 2025 senilai 90 juta rupiah itu, didapati 5 kawasan yang menjadi biang kemacetan di Kota Bogor.
“Rawan Kemacetan, Kawasan Simpang Empang, Kawasan Pasar Bogor, Kawasan Stasiun Bogor dan Alun-Alun, Kawasan Pasar Merdeka, Kawasan Warung Jambu,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, Senin (17/11/2025)
Sujatmiko menambahkan, tingginya penggunaan kendaraan pribadi yang terus bertambah di tengah terbatasnya ruas jalan di Kota Bogor menjadi penyumbang terjadinya kemacetan.
Akibatnya, lanjut dia, pada jam jam sibuk dibeberapa jalan protokol, jalan arteri, atau bahkan jalan penghubung sering mengalami kemacetan.
Terlebih pada saat akhir pekan, volume kendaraan meningkat la taran banyaknya pengunjung dari luar kota dan daerah yang akan berlibur di Bogor.
“Dari kajian itu diperlukan berbagai tindak lanjut yang setiap kawasan memiliki kebutuhan yang berbeda diantaranya pengadaan pemasangan rambu, marka, pedestrian, trotoar, cctv, penertiban parkir liar, penyediaan parkir, evaluasi dan penataan angkutan umum, penataan PKL dan monitoring real time,” beber Sujatmiko.
Selain mengidentifikasi titik rawan kemacetan dan kecelakaan, Dishub Kota Bogor juga melakukan analisa faktor penyebab, evaluasi kinerja lalu lintas, dan rumusan sosial manajemen untuk aplikasi efektif mengurangi kemacetan dan kecelakaan.






