Info Bisnis

Alarm Daya Beli Makin Loyo, NPL Rumah Tangga Merangkak Naik

59
×

Alarm Daya Beli Makin Loyo, NPL Rumah Tangga Merangkak Naik

Sebarkan artikel ini

INFOLADISHA – Kondisi daya beli masyarakat Indonesia belakangan ini makin bikin waswas.

Tanda-tandanya makin jelas, salah satunya terlihat dari meningkatnya kredit macet rumah tangga di sektor perbankan.

Data terbaru Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga April 2025, total kredit yang dikucurkan perbankan ke rumah tangga tembus Rp1.870,48 triliun.

Memang masih tumbuh 9,15% dibandingkan tahun lalu. Tapi, ada sisi lain yang bikin cemas yaitu angka kredit macet (NPL) rumah tangga naik jadi 2,33%. Padahal di Januari 2025 lalu, masih di angka 2,17%.

Yang paling dominan bikin NPL naik? Kredit Pemilikan Rumah (KPR). April lalu, NPL KPR sudah sampai 3,07%.

Disusul kredit kendaraan bermotor (KKB) dengan NPL 2,35%, lalu kredit rumah tangga lainnya di 2,13%, kartu kredit 2,04%, kredit multiguna 1,64%, dan kredit peralatan rumah tangga 1,08%.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mewanti-wanti soal ini. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, bilang tren NPL KPR yang naik ini perlu diwaspadai.

Apalagi, gelombang PHK belum reda dan daya beli masyarakat makin tertekan.

“Perlu peningkatan kewaspadaan, khususnya untuk KPR bagi kelompok pendapatan menengah ke bawah,” ujar Dian dalam keterangan resminya.

Industri perbankan pun mulai lebih hati-hati. Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengakui daya beli masyarakat yang melemah bikin kemampuan bayar nasabah turun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *