Info Otomotif

Berkendara Motor di Perkotaan: Praktis, Tapi Tetap Harus Waspada

100
×

Berkendara Motor di Perkotaan: Praktis, Tapi Tetap Harus Waspada

Sebarkan artikel ini

INFOLADISHA – Di tengah hiruk pikuk kota besar, sepeda motor menjadi jawaban atas tantangan mobilitas harian.

Lincah menembus kemacetan, hemat bahan bakar, dan mudah dikendarai, motor menjadi sahabat setia para pekerja, pelajar, hingga kurir logistik.

Namun, di balik semua kelebihannya, berkendara motor di jalanan kota tetap menuntut satu hal: kewaspadaan tinggi.

Lalu lintas perkotaan tak pernah sepi. Mobil pribadi, angkutan umum, pesepeda, hingga pejalan kaki saling berebut ruang.

Jalanan yang sempit dan dinamis menuntut pengendara motor untuk selalu sigap dan adaptif terhadap perubahan situasi. Sedikit lengah, risiko kecelakaan bisa mengintai.

Satu langkah sederhana tapi sering diabaikan pengendara adalah mematuhi batas kecepatan.

Di banyak kota besar, Dinas Perhubungan (Dishub) menetapkan batas maksimal 40 km/jam untuk area perkotaan. Angka ini bukan sembarang angka.

Kecepatan rendah memberi ruang pandang lebih luas dan waktu reaksi yang lebih cepat jika muncul situasi tak terduga, seperti pejalan kaki yang menyeberang mendadak atau kendaraan yang tiba-tiba berhenti.

Semakin tinggi kecepatan, semakin sempit pula ruang lingkup penglihatan kita.

Inilah mengapa berkendara cepat di tengah kepadatan kota bukan hanya melanggar aturan, tapi juga membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Berkendara di kota bukan hanya soal mengendalikan kendaraan, tapi juga membaca situasi. Fokus menjadi senjata utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *