Gangguan kecil seperti menggunakan handphone atau berbincang terlalu lama dengan penumpang bisa mengurangi konsentrasi dan membuat pengendara tidak siap menghadapi kondisi yang berubah secara mendadak.

Setiap pengendara harus mengembangkan kebiasaan untuk terus memperhatikan sekeliling.
Lampu sein kendaraan di depan, arah angkutan umum yang bisa berhenti sewaktu-waktu, hingga gerakan pejalan kaki di pinggir jalan, semuanya menjadi informasi penting untuk menjaga keselamatan.
Keselamatan tidak berhenti di perilaku berkendara. Perlengkapan pelindung atau riding gear juga punya peran penting.
Helm berstandar SNI wajib dikenakan untuk melindungi kepala dari benturan fatal. Jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu tertutup menjadi tameng tubuh jika terjadi kecelakaan.
Meski terlihat sepele, perlengkapan ini mampu mengurangi dampak luka serius saat terjatuh atau bersentuhan dengan kendaraan lain.
Sebuah jaket tebal bisa jadi perbedaan antara lecet ringan dan luka serius. Sementara sepatu yang tertutup melindungi kaki dari cedera fatal saat terjadi gesekan dengan aspal.
Berkendara motor di kota bukan hanya soal tiba di tempat tujuan lebih cepat, tapi juga tentang bagaimana kita melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Kepraktisan sepeda motor harus diimbangi dengan sikap bertanggung jawab.





