Edukasi tersebut juga dipandang penting untuk mendukung rencana pengelolaan sampah Kota Bogor ke depan, termasuk target pengoperasian fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) pada 2028.
Denny mengatakan Kwarcab Pramuka akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memperluas edukasi kepada masyarakat.
Baca Juga: Disisir dari RT ke RT, Dua Anak Putus Sekolah di Kota Bogor Siap Kembali Belajar
Pemkot Dorong Perubahan dari Hulu
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengapresiasi keterlibatan Pramuka dalam kampanye pengelolaan sampah.
Menurut dia, pembangunan fasilitas pengolahan sampah harus berjalan beriringan dengan perubahan perilaku masyarakat.
“Jadi sampah itu selain menjadi tanggung jawab, tetapi juga punya peluang untuk dikelola dengan baik hingga menimbulkan circular economy,” ujar Dedie.
Ia menekankan pemilahan sebaiknya dilakukan sejak sampah pertama kali dihasilkan. Dengan begitu, sampah yang masih memiliki nilai guna dapat diproses kembali dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi.
Dedie menyebut perubahan gaya hidup tersebut perlu mulai dibangun sebelum PSEL 1 dan 2 Bogor Raya beroperasi pada 2028.
“Yang kami inginkan pemilahan itu di awal saja, di hulunya,” katanya.
Keterlibatan kelompok pemuda, lanjut Dedie, menjadi bagian penting untuk membangun kesadaran bersama.





