Oman juga tidak mau kalah. Nilai 1 OMR setara USD 2,60 (Rp42.981), menjadikannya salah satu mata uang paling kuat di dunia.
Keberhasilan Oman mempertahankan nilai tinggi ini datang dari strategi diversifikasi ekonomi dan kebijakan moneter yang cermat, termasuk pematokan nilai tukar terhadap Dolar AS yang sudah berlangsung lama.

4. Dinar Yordania (JOD) – Bukan Negara Minyak, Tapi Tetap Kuat
Menariknya, Yordania termasuk dalam daftar ini tanpa bergantung pada minyak. Nilainya sekitar 1 JOD = USD 1,41 (Rp23.382).
Kekuatan Dinar Yordania berasal dari stabilitas politik dan kebijakan fiskal yang disiplin.
Nilai tukarnya sudah dipatok terhadap Dolar AS selama lebih dari dua dekade, menciptakan kepercayaan besar di mata investor.
5. Pound Sterling (GBP) – Si Tua yang Tetap Berjaya
Sebagai mata uang tertua yang masih digunakan, 1 GBP bernilai USD 1,33 (Rp21.974).
Pound tetap jadi simbol kekuatan finansial Inggris, berkat sejarah panjang dan peran aktif Bank of England dalam menjaga stabilitas ekonomi global.
6. Franc Swiss (CHF) – Stabilitas yang Tak Tergoyahkan
Swiss selalu dikenal karena stabilitas ekonomi dan politiknya. Dengan nilai 1 CHF = USD 1,24 (Rp20.548), Franc Swiss menjadi salah satu mata uang paling dipercaya dunia.
Negara ini punya surplus transaksi berjalan yang tinggi dan sistem keuangan yang sangat kuat, dua hal yang membuat CHF selalu jadi safe haven saat krisis global melanda.





