Di sisi lain, blueberry disebut dapat menurunkan kadar kortisol, hormon yang meningkat saat stres.
Sementara itu, buah jeruk menawarkan asupan vitamin C yang tinggi.
Selain menjaga daya tahan tubuh, vitamin ini juga berperan dalam menekan respons stres.
Bahkan aromanya kerap dikaitkan dengan efek menenangkan.
Konsumsi saat sarapan atau sebagai camilan bisa jadi pilihan sederhana yang berdampak.
Kacang garbanzo atau chickpea membawa manfaat lewat kandungan triptofan.
Senyawa ini digunakan tubuh untuk memproduksi serotonin, zat kimia yang berkaitan dengan rasa nyaman.
Kekurangan triptofan dalam beberapa studi dikaitkan dengan meningkatnya kecemasan.
Ditambah lagi, kandungan serat dan proteinnya membantu menjaga kestabilan gula darah.
Untuk minuman, teh chamomile masih jadi andalan klasik.
Tanpa kafein, minuman ini dikenal mampu meredakan ketegangan otot dan membantu tubuh lebih rileks.
Tidak heran jika banyak orang mengandalkannya sebelum tidur.
Oat jenis steel-cut juga layak diperhitungkan.
Selain mengandung triptofan, oat kaya magnesium yang membantu kerja neurotransmiter di otak.
Proses cerna yang lebih lambat membuat kadar gula darah lebih stabil, yang berpengaruh langsung pada suasana hati.
Terakhir, dark chocolate.
Kandungan polifenol di dalamnya berfungsi sebagai antioksidan yang mendukung fungsi otak.





