“Jadi ini lama nulisnya, saya dedikasikan untuk keluarga dan orang yang mendukung saya. Saya saat ini jadi walikota karena doa dan harapan serta kerja keras, tentu dengan dukungan semua elemen pendukung. Jadi, saya persembahkan buku ini untuk semuanya,” kata Dedie Rachim.

Dalam acara launching buku dari KPK ke Balaikota ini, turut hadir beberapa rekan Dedie Rachim dari KPK yang saat ini juga berkarir di beberapa lembaga pemerintah sejak mereka keluar dari lembaga anti rasuah tersebut.
“Banyak dari kami dari KPK sekarang menjabat di beberapa lembaga negara, tujuan kami sama satu yakni berbuat yang terbaik untuk negeri dan melayani rakyat,” kata Dedie.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto turut menceritakan bagaimana dirinya menarik Dedie Rachim dari KPK untuk menjadi pendampingnya di Pilwalkot Bogor tahun 2018. Bima menyebut, berkali-kali sebelum menentukan calon Wakil pada periode ke dua, dia melakukan Istikharah. Beberapa kali itu pula, dikatakan Bima selalu muncul dalam benaknya bayangan Dedie.
“Saya titip ke kang Dedie dan kang Jenal sebagai walikota dan wakil nya, untuk selalu kompak. Sebab, harmonisasi keduanya itu yang membuat pemerintahan nyaman. Kang Dedie adalah alumni KPK pertama yang sukses menjadi Walikota, namun beliau tetap pada on the track memberantas korupsi. Saya kasih kado, sebuah sapu. Saya percaya kang Dedie mampu membersihkan Kota Bogor, mulai dari ruangan walikota ke ruang wakil dan semua balaikota. Jika balaikota bersih, maka kota Bogor pun bersih,” kata Bima.






