Minggu,7 Desember 2025
Pukul: 03:52 WIB

Dolar AS Ngamuk, Mata Uang Asia Kelimpungan!

Dolar AS Ngamuk, Mata Uang Asia Kelimpungan!

Facebook
Telegram
WhatsApp
Email

INFOLADISHA – Dolar Amerika Serikat (AS) lagi-lagi bikin geger pasar Asia.

Hari ini, Jumat (1/8/2025), mayoritas mata uang negara-negara Asia harus gigit jari karena terus tertekan oleh keperkasaan dolar.

Dari sekian banyak, cuma dong Vietnam yang bertahan, itu pun cuma diam di tempat alias stagnan.

Data dari Refinitiv mencatat, mata uang Korea Selatan jadi yang paling parah babaknya, melemah 0,47% terhadap dolar.

Dolar Taiwan dan ringgit Malaysia ikut terpeleset masing-masing 0,43% dan 0,40%.

Rupiah juga nggak bisa ngeles. Melemah 0,30% dan resmi masuk daftar mata uang dengan performa terburuk hari ini.

Sementara peso Filipina dan baht Thailand juga ikut-ikutan loyo, masing-masing turun 0,32% dan 0,18%.

Yuan China dan rupee India sebenarnya masih mencoba bertahan, tapi tetap harus menyerah dengan pelemahan moderat, masing-masing 0,11% dan 0,08%.

Yang paling adem? Yen Jepang, dolar Singapura, dan riel Kamboja, yang cuma turun tipis yakni di bawah 0,05%.

Tapi tetap saja, mayoritas mata uang Asia hari ini sedang tidak baik-baik saja.

Presiden AS Donald Trump kembali memanaskan suhu perdagangan dunia.

Ia resmi menaikkan tarif global sebesar 10%, ditambah bea masuk balasan hingga 41% untuk negara-negara yang belum punya perjanjian dagang resmi dengan AS.

Belum cukup? Trump juga menetapkan tarif 40% untuk barang-barang yang dianggap melakukan transshipment alias akal-akalan jalur dagang buat ngeles dari tarif yang ada.

Langkah ini bikin pasar kejang. Ketakutan akan eskalasi perang dagang bikin investor buru-buru menyelamatkan duit mereka ke aset yang dinilai paling aman yaitu dolar AS.

Related Posts

Add New Playlist