Gugatan FTC menuduh Meta membeli pesaing untuk menjaga dominasinya dalam dunia digital, sesuatu yang ditolak oleh perusahaan dengan menunjukkan adanya persaingan ketat dari TikTok.
Tapi argumen ini dipertanyakan oleh hakim, yang meragukan apakah TikTok benar-benar bisa menggantikan fungsi inti Facebook sebagai penghubung personal antar pengguna.
Menariknya, pakar hukum Kenneth Dintzer menilai bahwa Zuckerberg mencoba mengubah definisi media sosial itu sendiri.
“Menurutnya, jika seseorang membuka TikTok atau YouTube lalu mengirimkan konten itu ke temannya, itu sudah termasuk aktivitas media sosial,” jelas Dintzer.
Fenomena ini menunjukkan bahwa media sosial sedang berevolusi.
Dari ruang digital yang awalnya dirancang untuk menjalin hubungan pribadi, kini bergeser menjadi tempat penemuan dan distribusi konten hiburan.
Dengan tekanan dari regulator di AS hingga Uni Eropa, serta persaingan dari platform baru, masa depan raksasa seperti Meta kini berada di persimpangan jalan.
Satu hal yang pasti bahwa lanskap digital sedang berubah, dan kita semua adalah bagiannya.***






