INFOLADISHA – Santri dituntut mampu menghadapi perkembangan zaman, bukan hanya mendalami ilmu agama.
Penguasaan teknologi, kemampuan berinovasi, dan akhlak yang baik dinilai menjadi bekal penting agar mereka bisa mengambil peran lebih besar dalam pembangunan Indonesia.
Pesan itu disampaikan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Kresna, Bantarjati, Bogor Utara, Kamis (22/10/2026).
Menurut Dedie, tantangan yang dihadapi santri saat ini berbeda dengan generasi terdahulu.
Jika dahulu mereka ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan itu perlu dilanjutkan melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Baca Juga: Pendapatan Biskita Bogor Tembus Rp10,29 Miliar, Pemkot Siapkan Rute Baru Tahun Depan
“Jika dahulu para santri menguatkan negeri dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini santri harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan tentu saja akhlak mulia,” kata Dedie.
Ia mengingatkan, latar belakang pendidikan pesantren tidak seharusnya membatasi pilihan masa depan seseorang.
Santri, menurut dia, punya kesempatan untuk menekuni berbagai profesi, mulai dari ilmuwan dan pendidik hingga pengusaha maupun pemimpin bangsa.
Karena itu, santri diminta tidak minder dalam mengejar cita-cita.






Respon (1)