Baru di tahun 1977, Bursa Efek Jakarta (BEJ) kembali aktif di bawah pemerintahan Orde Baru.
Lalu pada 2007, BEJ dan Bursa Efek Surabaya (BES) resmi merger jadi satu entitas yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sejak itu, BEI berkembang pesat. Bukan hanya jadi pusat perdagangan saham, tapi juga wadah untuk edukasi keuangan dan pemberdayaan investor lokal.
BEI bukan cuma tempat orang “main saham”. Fungsinya sangat strategis untuk perekonomian nasional. Di antaranya:
• Platform Perdagangan: BEI menyediakan sistem bernama JATS (Jakarta Automated Trading System), tempat seluruh transaksi berjalan otomatis, cepat, dan transparan.
• Pendukung Pertumbuhan Ekonomi: Melalui akses ke modal, perusahaan bisa tumbuh lebih cepat, membuka lapangan kerja, dan memperbesar kontribusi pajaknya ke negara.
• Menjaga Transparansi: Semua emiten (perusahaan yang go public) wajib patuh pada aturan ketat tentang pelaporan keuangan dan tata kelola. Ini penting demi menjaga kepercayaan investor.
• Edukasi Keuangan: Program seperti Yuk Nabung Saham dan Sekolah Pasar Modal membuktikan bahwa BEI aktif mengajak masyarakat untuk melek finansial.
BEI menjalankan dua sesi perdagangan setiap hari yakni pagi dan siang. Transaksi dilakukan secara elektronik dan real-time melalui sistem JATS.
Ada juga indeks-indeks yang membantu investor memantau kinerja pasar, seperti:





