Dampaknya turut terlihat pada pertumbuhan ekonomi. Kota Bogor mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,45 persen, lebih tinggi dibandingkan Jawa Barat yang mencapai 5,32 persen dan nasional sebesar 5,11 persen.
Baca Juga: 160 Becak Listrik Dibagikan ke Pengayuh Lansia di Bogor, Pemkot Siapkan Aturan Rute
Dedie mengatakan, capaian indikator makro tersebut menjadi bagian dari upaya menerjemahkan visi dan misi pembangunan Kota Bogor melalui berbagai program, termasuk Bogor Beres dan Bogor Maju.
“Tren capaian Kota Bogor terus mengalami peningkatan. Untuk indikator capaian makro kami mengimplementasikan pada visi misi,” ujarnya.
Di tingkat pemerintahan, Pemkot Bogor menggunakan sejumlah pendekatan untuk memastikan program dan kebijakan tidak berhenti pada tahap perencanaan.
Salah satunya melalui metode Balanced Scorecard (BSC), yang digunakan untuk mengukur kinerja sekaligus mengelola strategi secara lebih menyeluruh.
Metode tersebut, kata Dedie, memungkinkan pemerintah melihat kinerja dari aspek keuangan maupun nonkeuangan.
Dengan demikian, peningkatan kualitas pelayanan publik tetap dapat didorong meski pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran.
“Metode ini tidak hanya berfokus pada aspek keuangan, tetapi juga aspek nonkeuangan sehingga menghasilkan pelayanan yang baik dan meningkat meskipun dengan anggaran terbatas,” katanya.






Respon (1)