4. Lihat Lebih dari Sekadar Jumlah Followers

Jumlah pengikut bukan segalanya. Engagement rate yakni tingkat interaksi seperti like, komentar, dan share lebih mencerminkan seberapa aktif dan terlibat audiens mereka.
Influencer dengan followers sedikit tapi memiliki audiens loyal seringkali lebih efektif daripada akun besar yang pasif.
5. Evaluasi Kualitas Konten dan Reputasi
Lihat portofolio konten yang mereka hasilkan. Apakah kualitas visualnya konsisten? Apakah pesan yang disampaikan jelas dan menarik?
Jangan lupa, periksa jejak digitalnya. Kontroversi masa lalu bisa berimbas negatif pada kampanye jika tak ditelusuri sejak awal.
6. Pertimbangkan Platform yang Digunakan
Setiap media sosial punya kekuatan masing-masing. TikTok cocok untuk video singkat dan viral, Instagram kuat di visual, sementara YouTube unggul dalam ulasan mendalam. Sesuaikan pilihan dengan platform tempat target audiensmu paling aktif.
7. Cek Demografi Audiens Influencer
Mintalah media kit atau laporan analitik dari influencer. Data seperti usia, lokasi, dan minat audiens bisa menjadi penentu apakah mereka cocok untuk bisnismu. Ini penting agar pesan promosi tak hanya terlihat, tapi juga diterima oleh orang yang tepat.
8. Pilih Tier Influencer Sesuai Kebutuhan





