3. Adanya Rasa Malu
Dalam sebuah studi di tahun 2021 peneliti gabungan dari University of Colorado Boulder dan Harvard Business School, disebutkan bahwa kesulitan keuangan termasuk utang dapat memicu rasa malu pada seseorang.
Menurut peneliti, rasa malu lebih berbahaya dibandingkan rasa bersalah. Rasa malu cenderung membuat seseorang menjauh dari persoalan, sedangkan rasa bersalah mendorong perbaikan melalui tindakan pro-sosial.
Ini membuktikan rasa malu saatditagih utang akibat persoalan finansial seringkali justru membuat seseorang menghindari masalah sebagai bentuk pertahanan diri. Orang dengan tipe seperti ini memiliki kecenderungan melakukan kesalahan finansial secara berulang-ulang.





