Dedie Rachim mengungkapkan bahwa iklim investasi di Kota Bogor terus berkembang positif, bahkan saat pandemi Covid-19 para pengusaha muda mengajukan izin usaha baru yang jumlahnya mencapai 500 pengajuan.

“Jadi sebuah kota itu bukan sebuah kumpulan dari gedung saja. Sebuah kota itu harus ada jiwanya. Jadi kumpulan dari orang-orang kreatif, orang-orang yang punya kepedulian punya satu keinginan kita kumpulkan menjadi sebuah entitas yang nantinya akan mendukung Bogor sebagai City of Gastronomy,” katanya.
Selain itu, keberadaan universitas di Kota Bogor juga diharapkan bisa mendukung konsep tersebut.
Dilihat dari jurnal penelitian, ada beberapa penelitian yang dilakukan bahwa Kota Bogor merupakan Kota Gastronomi.
Di antaranya adalah penelitian dari Dhanik Puspita Sari, Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor Indonesia, Program Studi S1 Pariwisata. Ia membuat penelitian Strategi pengembangan wisata Gastronomi di Kota Bogor, Jawa Barat. Penelitiannya membahas tentang wisata gastronomi yang menjadi minat khusus bagi para wisata yang berkunjung ke Kota Bogor.
Baca Juga : Wajib Tahu! 8 Hal yang Bikin Umur Ban Motor Cepat Habis atau Justru Awet
Kemudian ada juga penelitian dari Kania Sofiantina Sekolah Vokasi IPB University dan Annisa yang membahas tentang The Traditional Program in Bogor City, West Java, Based on Tourist Preferences.





