“Jadi, penanganannya tidak skala puskesmas, tetapi skala kota. Untuk penanganan korban datang ke puskesmas, setelah dilihat dan diperiksa, jika perlu perawatan lebih lanjut maka puskesmas memberikan rujukan ke rumah sakit,” sambung Syarifah Sofiah.
Berdasarkan hasil wawancara dengan para keluarga, dugaan sementara keracunan disebabkan menyantap nasi boks di mana bumbu pada telur sudah mulai basi karena rasanya sudah asam.
Baca Juga: Ratusan Petugas Gabungan Siap Awasi Kesehatan Hewan Kurban
Namun, untuk memastikan secara medis Dinkes akan melakukan pemeriksaan laboratorium di BBLK Jakarta.
Pemeriksaan dikakukan berdasarkan muntahan, feses dan sisa makanan para korban untuk mengetahui penyebab keracunan yang sampai menimbulkan korban jiwa.
“Kalau secara organoleptik, secara fisik yang terlihat telur pada bumbu, tetapi untuk melihat bakteri dan sebagainya, sedang diperiksa laboratorium,” ungkap Syarifah Sofiah.






